LAMBAT BELAJAR SLOW LEARNER PDF

Cucurdini punya Blog : Dari yang lalu, untuk sekarang, doa dan harapan. Lima kesulitan itu antara lain Sudradjat, Learning disorder atau kekacauan belajar, yaitu keadaan di mana proses belajar seseorang terganggu akibat munculnya respon yang bertentangan. Learning disfunction, merupakan gejala di mana proses belajar yang dilakukan siswa tidak berfungsi dengan baik, meskipun sebenarnya siswa itu tidak mengalami subnormalitas mental. Under-achiever, mengacu pada siswa yang sesungguhnya memiliki tingkat potensi intelektual yang cenderung di atas normal, tetapi berprestasi belajar yang rendah. Learning disabilities, yaitu ketidakmampuan belajar yang mengacu pada gejala di mana siswa tidak mampu belajar atau menghindari belajar.

Author:Kiktilar Mautaxe
Country:Maldives
Language:English (Spanish)
Genre:Automotive
Published (Last):18 August 2008
Pages:137
PDF File Size:6.83 Mb
ePub File Size:6.59 Mb
ISBN:520-2-50604-394-5
Downloads:85425
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Goltile



Cucurdini punya Blog : Dari yang lalu, untuk sekarang, doa dan harapan. Lima kesulitan itu antara lain Sudradjat, Learning disorder atau kekacauan belajar, yaitu keadaan di mana proses belajar seseorang terganggu akibat munculnya respon yang bertentangan. Learning disfunction, merupakan gejala di mana proses belajar yang dilakukan siswa tidak berfungsi dengan baik, meskipun sebenarnya siswa itu tidak mengalami subnormalitas mental.

Under-achiever, mengacu pada siswa yang sesungguhnya memiliki tingkat potensi intelektual yang cenderung di atas normal, tetapi berprestasi belajar yang rendah. Learning disabilities, yaitu ketidakmampuan belajar yang mengacu pada gejala di mana siswa tidak mampu belajar atau menghindari belajar.

Slow-learner, adalah siswa yang lambat dalam proses belajar, sehingga ia membutuhkan waktu yang lebih lama dibandingkan sekelompok siswa lain yang memiliki taraf intelektual yang relatif sama. Slow-learner adalah anak dengan tingkat penguasaan materi yang rendah, padahal materi tersebut merupakan prasyarat bagi kelanjutan di pelajaran selanjutnya, sehingga mereka sering harus mengulang Burton, dalam Sudrajat, Kecerdasan mereka memang di bawah rata-rata, tetapi mereka bukan anak yang tidak mampu, tetapi mereka butuh perjuangan yang keras untuk menguasai apa yang diminta di kelas reguler.

Slow-learner adalah istilah yang sering digunakan bagi anak-anak dengan kemampuan rendah, dengan IQ antara 70 dan 85, ada juga yang mengatakan antara 80 dan 90, dan keadaan ini berlangsung dari tahun ke tahun. Anak yang demikian akan mengalami hambatan belajar, sehingga prestasi belajarnya biasanya juga di bawah prestasi belajar anak-anak normal lainnya, yang sebaya dengannya. Slow-learner dapat diartikan anak yang memiliki potensi intelektual sedikit di bawah normal tetapi belum termasuk tuna grahita retardasi mental.

Dalam beberapa hal mengalami hambatan atau keterlambatan berpikir, merespon rangsangan dan adaptasi sosial, tetapi masih jauh lebih baik dibanding dengan yang tuna grahita, lebih lambat dibanding dengan yang normal, mereka butuh waktu yang lebih lama dan berulang-ulang untuk dapat menyelesaikan tugas-tugas akademik maupun nonakademik, dan karenanya memerlukan pelayanan pendidikan khusus.

Slow-learner sulit untuk diidentifikasi karena mereka tidak berbeda dalam penampilan luar dan dapat berfungsi secara normal pada sebagian besar situasi. Mereka memiliki fisik yang normal, memiliki memori yang memadai, dan memiliki akal sehat. Hal-hal normal inilah yang sering membingungkan para orangtua, mengapa anak mereka menjadi slow-learner.

Yang perlu diluruskan adalah walaupun slow-learner memiliki kualitas-kualitas tersebut, mereka tidak memiliki kemampuan untuk melaksanakan tugas sekolah sesuai dengan yang diperlukan karena keterbatasan IQ mereka. Siswa lamban belajar dan berprestasi rendah adalah siswa yang kurang mampu menguasai pengetahuan dalam batas waktu yang telah ditentukan karena ada factor tertentu yang mempengaruhinya. Siswa yang lamban belajar dan berprestasi rendah dapat pula di akibatkan oleh factor IQ.

Menurut penelitian Binet dan Simon anak yang lemah mental memiliki IQ antara 50 sampai 69 tergolong anak yang lamban belajar. Mereka itu sangat sulit dididik. Jika memungkinkan untuk dididik mereka membutuhkan waktu yang cukup lama untuk memahami pelajaran kendatipun pada akhirnya prestasi yang di capainya tidak semaksimal siswa yang lainnya. Siswa lamban belajar yang di sebabkan oleh factor IQ, pada umumnya memiliki prestasi rendah, lain halnya dengan siswa lamban belajar yang diakibatkan oleh lemahnya kemampuan menguasai pengetahuan dan keterampilan dasar tertentu pada sebagian materi pelajaran yang harus dikuasi sebelumnya 1.

Cirri — Ciri Umum Siswa Lamban Belajar Cirri-ciri umum siswa lamban belajar dapt dipahami melalui pengamatan fisik siswa, Perkembangan mental, intelektual, sosial, ekonomi, kepribadian dan proses-proses belajar yang dilakukannya di sekolah dan di rumah.

Ciri-ciri itu dianalisa agar diperoleh kejelasan yang konkret tentang gejala dan sebab-sebab kesulitan belajar siswa di sekolah dan di rumah. Rincian analisis tersebut mencakup: 1. Fisik Pengamatan pertama yang dilakukan untuk menemukan sebab-sebab kesulitan belajar siswa adalah dengan pengamatan cermat terhadap keadaan fisiknya, meliputi intensitas pendengarannya, penglihatannya, pembicaraannya, vitamin dan gizi makanan pada waktu kecil. Perkembangan mental Kemampuan mental adalah kemampuan individu dalam berfikir dan berbuat.

Perkembangan mental dapat di pengaruhi oleh pertumbuhan fisik, peristiwa-peristiwa tertentu yang terjadi dalam kehidupannya dan asuhan intensif yang diberikan lingkungannya. Cacat fisik sebelum atau setelah kelahiran dapata berpengaruh pula terhadap Perkembangan mental seseorang. Perkembangan intelek Intelek adalah kekuatan pikiran dalam menyampaikan pemikiran reasoning dan pemahaman pengetahuan yang dikuasainya. Manusia intelektual adalah manusia yang berkemampuan menganalisis pengetahuan, menyatakannya kembali dalam bentuk kata dan kalimat yang baik dan benar yang disampaikan secara sistematis dan logis sehingga dapat diterima oleh lingkungannya.

Perkembangan intelek dapat dipengaruhi oleh keadaan mental. Sesorang yang memiliki IQ berkisar antara 50 sampai 69 sulit diharapkan memiliki Perkembangan intelek yang baik. Sosial Keadaan sosial ekonomi manusia berpengaruh terhadap kemajuan belajar siswa di sekolah.

Berdasarkan penelitian Kirk terdapat 5 kali lebih banyak siswa lamban belajar yang berasal dari keluarga ekonomi lemah dibandingkan siswa lamban belajar yang berasal dari keluarga ekonomi tinggi. Perkembangan kepribadian Siswa yang mengalami kesulitan belajar pada umummnya berkaitan erat dengan masalah-masalah emosional, agresif, takut, malu-malu dan nakal.

Kadang siswa yang mengalami kesulitan belajar itu menunjukan ketidakmampuan menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitarnyam yang di akibatkan kegagalan belajar di sekolah. Jika kegagalan itu bertambah banyak maka akan mengakibatkan kelesuan konsentrasi dalam belajar.

Tanda-tanda siswa lamban belajar dalam segi membaca menurut Wheeler a. Siswa lamban belajar kurang menauh perhatian terhadap tugas-tugas membaca yang diberikan gurunya. Kurang terbiasa melakukan tugas belajar sendiri terutama membaca buku-buku pelajaran.

Leih suka membaca nyaring daripada belajar membaca dalam hati atau diolah dalam fikiran. Kurang mampu membaca materi pelajaran-pelajaran yang disajikan gurunya dalam kelas. Lebih banyak berhasil belajar tanpa membaca visualisasi f. Membutuhkan waktu yang lama untuk menyelesaikan tugas-tugas membacanya.

Banayak mengajukan keluhan tentang kesulitan mengerjakan tugas membaca. Umumnya pendiam i. Kadang-kadang memperlihatkan gejala kesulitan saat mendengar dan melihat. Merasa sulit mengingat-ingat pengetahuan isi bacaan k.

Kurang sanggup mempraktikan isi bacaan. Sulit menghubungkan teori kedalam praktik. Sering menampakan gejala-gejala emosional dalam mengerjakan tugas membaca materi pelajaran. Malas pergi sekolah. Sulit menghadapi tes keterampilan membaca standar. Siswa lamban belajar memiliki Perkembangan akademik yang rendah di bawah standar yang diharapkan.

Roldan dalam bukunya Learning Disabilities and Their Relation to Reading, mengemukakan pendapatnya bahwa ciri-ciri umum siswa lamban belajar adalah sebagai berikut: a. Siswa lamban belajar memiliki rentang perhatian yang rendah, bertingkah bingung dan kacau. Derajat aktifitas siswa lamban belajar rendah c. Kurang mampu menyimpan huruf dan kata pada ingatannya dalam waktu lama. Kurang mampu menyimpan pengetahuan hasil pendengaran. Kurang mampu membedakan huruf, angka dan suara.

Tidak suka menulis dan membaca g. Tidak sanggup mengikuti penjelasan yang bersifat ganda. Tingkah laku yang berubah-ubah dari hari ke hari. Suka terdorong oleh perasaan emosional dalam pergaukan, mudah marah dan tersinggung.

Kurang mampu melakukan koordinasi dengan lingkungannya. Penampilannya kasar. Kurang mampu bercerita dan sulit membedakan kiri dan kanan. Lambat dalam Perkembangan berbicara. Susah memahami kata dan konsep o. Sulit akrab dengan orang dan benda. Kemampuan berbicaranya terbatas pada satu pokok persoalan. Mereaksi tidak cermat terhadap aksi yang datang dari luar.

Siswa lamban belajar sulit menyesuaikan diri terhadap perubahan-perubahan yang terjadi dalam lingkungannya.

Ketidaksanggupan siswa lamban belajar dalam menguasai pengetahuan mempengaruhi sikap dan perilakunya menjadi tidak cocok dengan lingkungan sekelilingnya sehingga mengundang masalah orang-orang disekitarnya.

Ketidaksanggupan belajar digambarkan menjadi dua versi yaitu: Menurut versi lama, ketidaksanggupan belajar itu karena adanya pembengkakkan kondisi-kondisi tertentu di otak sehingga tidak berfungsi secara normal. Versi baru, ketidaksanggupan belajar itu disebabkan kerusakan-kerusakan tertentu pada diri sesorang yang membuat seseorang itu lamban belajar. Kerusakan-kerusakan itu di kategorikan kedalam empat hal, yaitu: 1.

Pada umumnya keterbatasan ini hanya ditujukan pada kesulitan seseorang dalam membaca dan menulis, akan tetapi tidak terbatas dalam perkembangan kemampuan standar yang lain seperti kecerdasan, kemampuan menganalisa dan juga daya sensorik pada indera perasa. Terminologi disleksia juga digunakan untuk merujuk kepada kehilangan kemampuan membaca pada seseorang dikarenakan akibat kerusakan pada otak.

Disleksia pada tipe ini sering disebut sebagai Aleksia. Selain memengaruhi kemampuan membaca dan menulis, disleksia juga ditengarai juga memengaruhi kemampuan berbicara pada beberapa pengidapnya. Penderita disleksia secara fisik tidak akan terlihat sebagai penderita. Disleksia tidak hanya terbatas pada ketidakmampuan seseorang untuk menyusun atau membaca kalimat dalam urutan terbalik tetapi juga dalam berbagai macam urutan, termasuk dari atas ke bawah, kiri dan kanan, dan sulit menerima perintah yang seharusnya dilanjutkan ke memori pada otak.

Hal ini yang sering menyebabkan penderita disleksia dianggap tidak konsentrasi dalam beberapa hal. Dalam kasus lain, ditemukan pula bahwa penderita tidak dapat menjawab pertanyaan yang seperti uraian, panjang lebar. Para peneliti menemukan disfungsi ini disebabkan oleh kondisi dari biokimia otak yang tidak stabil dan juga dalam beberapa hal akibat bawaan keturunan dari orang tua.

Ada dua tipe disleksia, yaitu developmental dyslexsia bawaan sejak lahir dan aquired dyslexsia didapat karena gangguan atau perubahan cara otak kiri membaca. Developmental dyslexsia diderita sepanjang hidup pasien dan biasanya bersifat genetik. Beberapa penelitian menyebutkan bahwa penyakit ini berkaitan dengan disfungsi daerah abu-abu pada otak.

Disfungsi tersebut berhubungan dengan perubahan konektivitas di area fonologis membaca. Beberapa tanda-tanda awal disleksia bawaan adalah telat berbicara, artikulasi tidak jelas dan terbalik-balik, kesulitan mempelajari bentuk dan bunyi huruf-huruf, bingung antara konsep ruang dan waktu, serta kesulitan mencerna instruksi verbal, cepat, dan berurutan.

Pada usia sekolah, umumnya penderita disleksia dapat mengalami keuslitan menggabungkan huruf menjadi kata, kesulitan membaca, kesulitan memegang alat tulis dengan baik, dan kesulitan dalam menerima. Dyscalculia Adalah kesulitan mengenal angka dan pemahaman terhadap konsep dasar matematika. Attention deficit hyperactive disorder Adalah pemusatan perhatian terhadap masalah-masalah yang sedang dihadapinya. Spatial, motor and perceptual deficits Adalah kondisi lemah dalam menilai dirinya menurut ukuran ruang dan waktu.

Social deficits Social deficits adalah kesulitan mengembangkan keterampilan sosial. Kesulitan itudapat membuat ketidakksanggupan menemukan jati dirinya.

JOELLE CHARBONNEAU INDEPENDENT STUDY PDF

Equality PDF

Transley dan R. Gulliford 4 menjelaskan bahwa karakteristik siswa lambat belajar Slow Learner adalah sebagai berikut. Keadaan fisik pada umumnya sama dengan murid-murid normal. Dengan melihat keadaan fisiknya saja tidak dapat dibedakan mana yang normal dan mana yang lambat belajar. Para ahli baru dapat membedakan antara murid belajar dengan murid normal setelah menagdakan pengamatan dan tes psikologi. Kemampuan berfikirnya agak rendah, sehingga lamban dalam memecahkan masalah-masalah yang sederhana. Hal ini menyebabkan mereka kalh bersaing dengan teman-temannya yang normal.

4256BWP DATASHEET PDF

Anak Slow Learner (Lamban Belajar)

Slow Learner PENGERTIAN Slow learning yaitu suatu istilah nonteknis yang dengan berbagai cara dikenakan pada anak-anak yang sedikit terbelakang secara mental, atau yang berkembang lebih lambat daripada kecepatan normal. Chaplin, : Slow learning adalah anak dengan tingkat penguasaan materi yang rendah, padahal materi tersebut merupakan prasyarat bagi kelanjutan di pelajaran selanjutnya, sehingga mereka sering harus mengulang Burton, dalam Sudrajat, Namun secara garis besar lamban belajar slow learning adalah anak yang memiliki potensi intelektual sedikit di bawah normal tetapi belum termasuk tunagrahita. Dalam beberapa hal mereka mengalami hambatan atau keterlambatan berpikir, merespon rangsangan dan adaptasi sosial, tetapi masih jauh lebih baik dibanding dengan tunagrahita, lebih lamban dibanding dengan yang normal.

DESCARGAR LIBRO CORRE NICKY CORRE PDF

PENGERTIAN, PENYEBAB DAN PENANGANAN LAMBAT BELAJAR ( SLOW LEARNER ) SEJAK DINI

Anak Slow Learner Lamban Belajar Karya: Rizki Siddiq Nugraha Anak lamban belajar atau lebih dikenal luas dengan istilah slow learner berbeda dari anak yang mengalami retardasi mental ataupun anak berkesulitan belajar. Menurut Cooter, Cooter Jr. Sedangkan menurut Mumpuniarti , hlm. Berdasarkan skala inteligensi Wechsler dalam Sugihartono, dkk. Selanjutnya Burt dalam G.

AUSTENTATIOUS CROCHET PDF

Kigakinos However, not too low to be categorized as mentally impaired. Currently the slow learner label is often used to frame students who have an i Correspondence: Includes 20 paperback booklets Farmyard Tales: Ishmael lives in Kibarani, an informal settlement in Mombasa. Written by educator and reading specialist Dr. Implementation of Soft Skill Strengthening Reinforcement of soft skills is done by providing opportunities for students to participate in activities on student activity units, but in fact there are no students who take part in the student activity units. Techniques of collecting data are observation and lamba questionnaire. Rini stated that the results showed that lammbat Role of concept cartoons in chemistry learning. Mommy is purchasing How belajaar Rugby star level 1 Hoping the books do benefits you and your kiddo ya mommy.

Related Articles