KOLEDOKOLITIASIS ADALAH PDF

Manifestasi batu koledokus dapat berupa: Koledokolitiasis dapat silent dan tanpa simptom, ditemukan secara kebetulan pada saat pencitraan, paling sering terdapat kolik bilier disertai gangguan tes faal hati dengan atau tanpa ikterus. Kelainan laboratorium tersebut berupa peningkatan bilirubin serum, peningkatan fosfatase alkali dan gamma GT serta peningkatan transaminase serum. Pada penyumbatan yang transien dari papila Vater, transaminase serum bisa meningkat secara mencolok. Derajat obstruksi bilier berkorelasi dengan derajat ikterus yang timbul, kolangitis. Cairan empedu yang tergenang mudah terkena infeksi yang kemunginan berasal dari usus. Cairan empedu menjadi opak dan coklat gelap lumpur bilier , kadang kadang infeksi lebih akut dan cairan empedu menjadi purulen.

Author:Goltira Dujin
Country:Serbia
Language:English (Spanish)
Genre:Technology
Published (Last):5 April 2014
Pages:430
PDF File Size:5.84 Mb
ePub File Size:16.50 Mb
ISBN:787-3-72980-899-8
Downloads:81045
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Vusho



LINE Koledokolitiasis adalah batu di saluran empedu bile duct yang menyebabkkan sumbatan, dan menyebabkan gejala nyeri perut kanan atas hingga kuning. Batu ini sering terjadi di duktus koledokus. Duktus koledokus sendiri adalah saluran empedu yang menghantarkan empedu dari kandung empedu ke duodenum pars descenden atau ke usus halus.

Terminologi batu empedu adalah kolelitiasis, sedangkan batu saluran empedu adalah koledokolitiasis. Kandung empedu sendiri bentuknya seperti buah pir, dan merupakan organ dibawahnya hepar di abdomen kuadran kanan atas. Batu ini biasanya singgah di saluran empedu dan menimbulkan obstruksi. Apa Penyebab Koledokolitiasis? Ada 2 tipe btu empedu, yaitu batu kolesterol dan batu pigmen.

Batu kolesterol sering berwarna kuning dan merupakan bentuk paling sering. Para ilmua meyakini bahwa batu kolesterol disebabkan oleh empedu itu sendiri yang mengandung : terlalu banyak kolesterol, terlalu banyak bilirubin dan kekurangan garam empedu.

Batu ini juga dapat terjadi jika empedu tidak kosong secara sempurna. Penyebab dari batu pigmen tidak diketahui. Seringnya ditemukan pada orang yang terkena penyakit sirosis hepatis, infeksi saluran empedu dan penyakit herediter darah dimana hepar memproduksi terlalu banyak bilirubin. Siapa yang paling berisiko Koledokolitiasis?

Seseorang dengan riwayat batu empedu sangat beresiko muncul batu saluran empedu. Batu saluran empedu dapat terjadi meskipun kandung empedu pernah dioperasi dan diangkat. Ada beberapa faktor risiko dari batu saluran empedu, yaitu : obesitas, diet rendah serat, tinggi kalori dan tinggi lemak, kehamilan, puasa berlebihan, penurunan berat badan cepat dan aktifitas fisik yang minimal.

Batu saluran empedu dapat diminimalkan dengan perubahan gaya hidup. Adapun faktor risiko yang tidak dapat diubah, meliputi: Usia usia tua akan meningkatkan resiko batu empedu , perempuan lebih sering, ras asia dan amerika terutama indian dan orang meksiko serta ada riwayat genetic keluarga batu saluran empedu.

Gejala dari batu empedu kecil di duktus koledokus tidak menyebabkan gejala selama berbulan-bulan sampai bertahun-tahun. Tetapi apabila batu tersebut terakumulasi dan menyumbat saluran tersebut, maka akan menimbulkan gejala serius. Gejala tersebut diantaranya: nyeri kolik abdomen pada kuadran kanan atas demam kadang demam kadang tidak, dan demam lebih rendah suhunya disbanding kolangitis.

Nyeri timbul akibat batu paling banyak batu kolesterol di duktus koledokus dan dapat menetap. Nyeri awalnya ringan kemudian tiba-tiba memberat. Nyeri yng berat memutuhkan tindakan pengobatan gawat darurat emergensi. Gejala yang paling berat, sulit kita bedakan dengan serangan jantung.

Ketika batu menyumbat saluran empedu, empedu dapat terinfeksi.. Jika ini terjadi, maka infeksi ini sangat mengancam jiwa. Komplikasi lai yang dapat terjadi adalah adanya sirosis empedu dan pankreatitis. Bagaimana Pemeriksaan Koledokolitiasis? Jika anda memiliki gejala, dokter akan mengkonfirmasi ada atau tidaknya batu di saluran empedu duktus koledokus.

Ada beberapa pemeriksaan yang dapat dilakukan, seperti : Ultrasonografi TransAbdominal UTA : pemeriksaan untuk memeriksa hepar, kandung empedu, limpa, pancreas dan ginjal dengan gelombang suara frekuensi tinggi. CT-Scan Abdominal : pemeriksaan sinar X dengan potongan periris pada abdomen. Ultrasonografi Endoskopi : tranduser USG kecil dimasukkan ke tabung endoskopi dan dimasukkan melalui mulut untuk memeriksa saluran pencernaan.

Endoskopik Retrograde Kolangiografi ERCP : prosedur yang digunakan untuk memeriksa batu, tumor dan penyempitan saluran empedu. Dokter biasanya memeriksa pemeriksaan ain seperti darah rutin fungsi hepar dan fungsi pancreas.

Pemeriksaan itu meliputi Darah rutin, bilirubin, enzim pancreas dan fungsi hepar. Bagaimana Pengobatan Koledokolitiasis? Pengobatan batu empedi di duktus koledokus adalah berfokus pada menghilangkan sumbatan.

Pengobatan ini meliputi : ekstaksi batu, litotripsi menghancurkan batu , pembedahan untuk mengangkat batu dan empedu kolesistektomi , pembedahan untuk memotong duktus koledokus untuk mengambil batu sphincterektomi , dan stenting empedu.

Selama prosedur BES ini, balon berbentuk keranjang dimasukkan ke saluran empedu dan digunakan untuk mengekstraksi batu atau serpihan batu. Jika batu tidak dapat diambil dengan metode BES, maka digunakan litotripsi. Prosedur ini akan memeccah batu dan fragmen batu dapat dengan mudah diambil. Pasien dengan pengobatan tetapi batu masih tertinggal, maka pengangkatan empedu dengan operasi menjadi pilihan.

Ketika dilakukanpembedaan, dokter juga memeriksa saluran empedu dan memastikan tidak ada batu empedu yang tertinggal. Jika batu tidak dapat diambil sempurna atau anda memiliki riwayat batu empedu yang menyebabkan permasalahan tetapi tidak ingin diambil empedunya dengan operasi maka stenting empedu menjadi pilihan. Stenting ini adalah memasukkan tabung kecil yang menjaga patensi saluran empedu agar tetap terbuka.

Ini membutuhkan dranase yang cukup dan membantu mencegah adanya koledokolitiasis ulangan. Stent ini juga dapat mencegah infeksi. Bagaimana Pencegahan Koledokolitiasis? Pencegahan dari batu saluran empedu adalah memodifikasi gay hidup, seperti berolahraga dan mengganti makanan dengan meningkatkan makanan berserat, mengurangi makanan berlemak jenuh dimana keduanya dapat mencegah terbetukya batu dikemudian hari. Demikian yang dapat kami sampaikan, semoga yang sedikit ini bermanfaat.

Apabila ada pertanyaan silahkan tuliskan dikomentar. Salam, DokterMuslim. Wiwid Santiko Yogyakarta, 23 Mei

COLOCACION DE CATETER TENCKHOFF PDF

Kolelitiasis dan Koledokolitiasis (Batu Empedu)

Prognosis : Dubius ad bonam Diskusi kasus Pada anamnesis pada pasien didapatkan keluhan utama adalah nyeri pada perut kanan atas yang hilang timbul keluhan ini dirasakan os sejak sekitar 3 bulan SMRS, nyeri dirasakan pada perut kanan atas menjalar sampai ke bahu kanan , nyeri yang dirasakan os terjadi karena adanya peregangan saluran empedu yang diakibatkan oleh penyumbatan atau obstruksi. Nyeri pascapandrial kuadran kanan atas, biasanya dipresipitasi oleh makanan berlemak terjadi antara 30 — 60 menit setelah makan, berakhir setelah beberapa jam dan kemudian pulih, disebabkan oleh batu empedu. Nyeri dapat menjalar ke abdomen kanan, ke pundak, punggung, jarang ke abdomen kiri dan dapat menyerupai angina pektoris. Kolik bilier harus dibedakan dengan gejala dispepsia yang merupakan gejala umum pada banyak pasien dengan atau tanpa kolelitiasis. Proses obstruksi yang terjadi dapat diakibatkan oleh penyumbatan dari dalam saluran empedu atau dari luar saluran empedu, dalam hal ini ada organ yang mendesak saluran empedu yang mengakibatkan adanya penyempitan saluran empedu, proses pendesakan dapat berasal dari pankreas, hepar atau organ abdomen lainnya.

CARALLUMA UMBELLATA PDF

Koledokolitiasis : Gejala, Penyebab dan Tatalaksana

Radang empedu Kolesistitis : adalah adanya radang pada kandung empedu. Radang saluran empedu Kolangitis : adalah adanya radang pada saluran empedu. Kolelitiasis lebih sering dijumpai pada individu berusia diatas 40 tahun terutama pada wanita dikarenakan memiliki faktor resiko, yaitu: obesitas, usia lanjut, diet tinggi lemak dan genetik. Batu empedu dapat bermigrasi melalui duktus sistikus ke dalam saluran empedu menjadi batu saluran empedu dan keadaan ini disebut sebagai batu saluran empedu sekunder. Perjalanan batu saluran empedu sekunder belum jelas benar, tetapi komplikasi akan lebih sering dan berat dibandingkan batu empedu asimtomatik. Komplikasi yang terjadi diantaranya dapat mempengaruhi organ di sekitar empedu. Faktor resiko batu empedu diantaranya dikenal dengan singkatan 4-F, yakni Fatty gemuk , Forty 40 tahun , Fertile subur , dan Female wanita Sjamsuhidayat, , namun tidak terbatas dan terikat hanya pada faktor-faktor tersebut seperti yang akan dibahas selanjutnya di bawah.

DORNASA ALFA PDF

Makalah Batu Saluran Empedu Koledokolitiasis

Batu empedu adalah batu yang terbentuk di saluran empedu, biasanya di kantong empedu. Batu empedu berkembang secara tersembunyi, dan mereka dapat asimtomatik selama beberapa dekade. Migrasi batu empedu ke dalam saluran cystic dapat menghalangi aliran empedu selama kontraksi kandung empedu. Hasil peningkatan tegangan dinding kandung empedu menghasilkan jenis karakteristik nyeri kolik bilier.

Related Articles