GARUT KOTA ILLUMINATI PDF

Bukankah kota itu terkenal dengan cetakan para ulama dan santrinya? Bukankah kota di tataran pasundan itu justru memiliki salah satu Masjid tertua di Nusantara? Lalu bagaimana bisa menjadi sarang Illuminati? Sejauh manakah keterlibatannya dalam konspirasi yang belum menemui akhir ini? Lalu ada apa dengan Gunung Sadahurip?

Author:Shaktijas Kimuro
Country:Argentina
Language:English (Spanish)
Genre:Spiritual
Published (Last):20 March 2014
Pages:82
PDF File Size:4.92 Mb
ePub File Size:16.67 Mb
ISBN:613-2-59405-229-1
Downloads:62808
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Mazulkis



Ucep Jamhari bercerita bahwa ternyata bangunan Masjid Agung Garut dan area sekitarnya pun menyimpan jejak-jejak simbol Illuminati dan Freemasonry.

Itu karena isi buku ini benar-benar samar, bahasanya seakan-akan ilmiah tapi isinya jauh dari hal demikian. Sebagai seorang awam, aku memiliki cara jitu dalam menentukan kualitas sebuah buku ilmiah, caranya mudah saja — cek bagian daftar pustaka buku itu.

Semakin kaya dan berkualitas referensi yang digunakan penulis, maka boleh dibilang kualitas ilmiahnya juga semakin baik, apalagi kalau berkaitan dengan sejarah. Nah, Buku ini sama sekali tidak mencantumkan daftar pustaka, melainkan hanya catatan kaki di setiap bab yang kebanyakan mengambil dari situs web di internet atau buku-buku yang tidak terlalu berhubungan dengan objek bahasan buku.

Sehingga wajar saja kalau aku menilai buku ini tidak akan mendapatkan nilai baik apabila disajikan sebagai tugas mahasiswa sekalipun. Adalah cukup mengagumkan bahwa penerbit sekelas Ufuk mau menerbitkan buku seperti ini. Tapi itu lagi-lagi dapat dimaklumi karena buku semacam ini lagi laris manis di pasaran. Dua buku ini menjadi kitab suci bagi mereka yang mempercayai keberadaan benua Atlantis di Nusantara, tak peduli ada puluhan teori lain yang menyebutkan atlantis di daerah lain.

Teori ini semakin heboh saja karena Ahmad Y. Sebenarnya aku tidak rela menghabiskan uang sebesar Rp. Untunglah ada sahabatku yang baik, yang bersedia membelikanku buku ini agar aku bisa menelaahnya berdasarkan pengetahuan awam yang kumiliki. Aku mengucapkan banyak terima kasih untuk sahabatku yang baik itu. Buku pemberiannya sama sekali tidak percuma. Kekecewaan mereka yang membaca buku ini sangat beralasan.

Bagaimana tidak, dari halaman isi buku, hanya sekitar 6 halaman yang benar-benar membahas indikasi keberadaan illuminati di Garut. Apa latar belakang Ucep Jamhari, bagaimana kompetensinya di bidang sejarah, dan ke-freemasonry-an, tidak dijelaskan sama sekali. Dalam metode penelitian sejarah, jangankan ia bisa dianggap sebagai sumber primer, sebagai sumber sekunder pun tidak!

Aku akan membahasnya satu per satu untuk memudahkan bayangan anda yang belum membacanya. Bab pertama membahas teori Yahudi keturunan Jawa, atau sebaliknya. Kerajaan itu dibangun sebagai replika kerajaan Atlantis, sebagaimana yang diceritakan oleh Plato SM. Apa saja dasar hipotesis tersebut? Tidak disebutkan sama sekali. Kisah-kisah ini berlanjut dengan gaya penceritaan khas Babad yang merujuk nenek moyang nusantara kepada Adam dan Hawa.

Dengan asumsi-asumsi yang lemah disebutkan bahwa salah satu keturunan Adam yang bernama Sis diutus untuk menempati tanah Jawa. Kisahnya bisa melompat-lompat antara satu zaman ke zaman lain, antara satu nabi ke nabi lainnya, untuk mendukung teori nusantara sebagai induk peradaban. Kalau boleh berkomentar, aku ingin mengajukan teori lain yang sepertinya lebih sempurna, bahwa sebenarnya dulu Sulaiman berkuasa di Solomon Island. Karena namanya kebetulan sama.

Dengan cara inikah bangsa kita ingin disebut sebagai induk peradaban dunia? Di bagian yang sama, penulis membahas teori kesamaan beberapa kata dalam Bahasa Minang Melayu dengan Bahasa Eropa. Seperti awak kita dengan our, biduak biduk dengan boat, ituak itik dengan duck, hati dengan heart, dan lain-lain.

Semua itu berujung kepada kesimpulan bahwa Alexander the Great pernah menetap di Sumatra pada akhir hidupnya. Menakjubkan bukan? Apa yang mendasarkan pendapat tersebut? Untuk menguatkan pendapat tersebut penulis mengutip beberapa tulisan yang berasal dari Internet sepenuhnya.

Bab ketiga mulai membahas Illuminati dan Freemason di Nusantara. Hipotesis yang diajukan adalah bahwa alasan kedatangan kaum Teosofi seperti Helena Blavatsky dan kaum Freemason ke Nusantara dan mendirikan banyak loji bersama para pengusaha kolonialis Barat di berbagai kota penting di Nusantara antara lain adalah kemungkinan bahwa mereka sudah mengetahui secara spiritual maupun ilmiah mengenai lokasi imperium atlantis yang sebenarnya. Untuk itu kembali diungkapkan materi-materi yang sudah dimuat dalam buku Ahmad Samantho sebelumnya mengenai kesamaan-kesamaan beberapa peninggalan sejarah di Indonesia dengan negara lainnya, yang lagi-lagi menyampingkan periodisasi sejarah sama sekali.

Bayangkan saja caranya membandingkan Piramida Maya dengan Candi-candi di Bali yang usianya terpaut ribuan tahun. Mungkin menurut asumsinya kedua bangunan tersebut dibangun di zaman yang sama. Ini sama saja dengan mengatakan bahwa kesamaan arsitektur kubah mushola yang ada dekat rumahku dengan arsitektur Hagia Sophia di Turki telah membuktikan adanya peradaban yang sama di kedua tempat.

Nah, bab keempat mulai membahas jejak Illuminati dan Freemasonry di kota Garut dan Indonesia umumnya. Apa yang menjadi bukti awal? Dengan kata lain ia menyimpulkan bahwa pembangun punden-punden berundak dan candi-candi di Indonesia merupakan kaum illuminati. Untuk itu ia memuat kembali secara mentah-mentah artikel online yang membahas gunung tersebut sekaligus komentar dan diskusi orang-orang tak dikenal yang membahas hal2 diluar konteks atau tidak nyambung.

Tidak tanggung-tanggung, artikel yang jelas-jelas membantah teori piramida tersebut pun juga dimuatnya. Sehingga di akhir bisa disimpulkan bahwa gunung tersebut tidak punya kaitan apa-apa dengan piramida atau freemasonry. Untuk apa kisah tersebut dimuat dalam buku ini? Mungkin hanya untuk menambah ketebalan buku saja. Menurut penulis, yang merujuk pada pendapat Bapak Ucep Jamhari, jejak ini antara lain ditunjukkan oleh Masjid Agung Garut yang desain arsitekturnya mirip gedung Loji Freemason.

Tidak kurang tidak lebih. Keberadaan beberapa peninggalan bangunan dan ciri-ciri simbolis sekte Illuminati dan Freemasons di Kota Garut, mengindikasikan kehadiran mereka di kota ini sejak zaman penjajahan Belanda. Mungkin salah satunya adalah karena keindahan panorama alamnya yang dilingkungi pegunungan dan udaranya yang sejuk, membuat orang-orang Eropa Barat : Belanda, Inggris dan Jerman sering berkunjung dan berlibur di Kota Garut.

Bayangkanlah, organisasi sebesar Freemasonry atau Illuminati yang katanya menguasai dunia, tinggal di Garut karena kota tersebut pemandangannya indah dan udaranya sejuk.

Itulah kesimpulan daripada buku ini. Sebagai seorang penggelut teori konspirasi atau sejarah freemasonry di Indonesia, penulis buku ini tampaknya hanya bisa mengakses narasumber yang terlalu dangkal atau tidak berkualitas sama sekali.

Padahal masih ada pemerhati masalah freemasonry di Indonesia seperti Sophie Trianaparamitha atau Iskandar P. Nugraha, penulis buku sejarah Gerakan Teosofi di Indonesia, yang lebih kompeten sebagai narasumber. Ahmad Samantho sebagai penulis buku ini bahkan sama sekali tidak mengindahkan buku paling komprehensif mengenai sejarah Freemason di Indonesia, yaitu karangan Th.

Buku yang mudah didapatkan karena ebooknya bisa diunduh dengan bebas ini bahkan tidak digunakannya sama sekali, padahal banyak informasi penting mengenai Freemason Indonesia yang bisa digali di sana. Anehnya buku ini sama sekali tidak pernah menyebutkan Garut sebagai salah satu lokasi kegiatan Freemasonry.

Apakah itu berarti mereka kurang menyukai pemandangan indah dan hawa sejuk Garut? Kisah-kisah itu banyak terdapat di thread-thread atau grup-grup yang membahas teori konspirasi di Internet. Apabila aku mencoba menarik benang merah dari buku ini, maka yang kudapat adalah : Dahulunya negeri ini merupakan pusat peradaban dunia yang didiami oleh nabi-nabi, tetap kemudian tersapu banjir besar sehingga tenggelam.

Kalangan Freemason bermaksud menguasai kembali pusat peradaban tersebut dan berusaha menancapkan kekuasaannya kembali, salah satunya di Garut. Mohon dikoreksi apabila kesimpulanku tersebut kurang tepat. Akhir kata bukan maksudku merendahkan buku ini maupun penulisnya. Aku sangat menghargai upaya penulisan dalam bentuk apapun, karena berdasarkan pengalamanku menulis dan menerbitkan buku bukanlah hal yang mudah.

Tapi yang perlu dipikirkan adalah, apakah kiranya tulisan kita akan mencerahkan banyak orang atau malah menyesatkan. Juga perlu dipikirkan strategi pemilihan judul buku yang baik sehingga isi buku bisa sesuai dengan ekspektasi pembeli. Ini hanya pendapat seorang awam yang tidak perlu dipikirkan sama sekali.

B&W SA1000 PDF

GARUT KOTA ILLUMINATI ???

Awalnya saya biasa aja denger kabar itu. Waktu saya jalan-jalan ke toko buku nggak sengaja saya lihat buku itu. Ya, karena judul buku pada sampulnya dicetak dengan tulisan yang besar. Akhirnya saya beli buku itu karena penasaran akan isinya.

TRACEY COX SUPERFLIRT PDF

Garut Kota Illuminati Penulis Ahmad Yanuana Samantho PDF

Awalnya saya biasa aja denger kabar itu. Waktu saya jalan-jalan ke toko buku nggak sengaja saya lihat buku itu. Ya, karena judul buku pada sampulnya dicetak dengan tulisan yang besar. Akhirnya saya beli buku itu karena penasaran akan isinya. Wajar, saya orang asli Garut. Saya lahir dan besar di Garut.

Related Articles