BIOENERGETIKA PDF

Enzim kinase : mengkatalisis pemindahan senyawa fosfat dr senyawa fosfat berenergi super tinggi Kinase khusus lainnya mengkatalisis pemindahan senyawa fosfat terminal dari ATP ke suatu molekul penerima Pengaruh akhir dr ke2 reaksi tsb, yang dihubungkan oleh senyawa antara ATP, adalah pindahnya energi kimia dari fosfat berenergi super tinggi menuju ke suatu molekul penerima melalui pemindahan gugus fosfat ATP hampir selalu menjadi perantara bagi reaksi pemindahan gugus fosfat, krn : sel biasanya tidak mengandung kinase yang dapat memindahkan senyawa fosfat scr langsung dr senyawa fosfat berenergi super tinggi kpd senyawa penerima berenergi rendah 2 senyawa penting pemberi gugus fosfat kepada ADP, yaitu 3-fosfogliseril fosfat dan fosfoenolpiruvat. Proses ini disbt glikolisis Fosfoenolpiruvat jg memberikn gugus fosfatnya ke ADP mell rx yg dikatalisis oleh piruvat kinase ATP dpt memindahkan gugus fosfat kpd berbagai molekul penerima utk menghslkan senyawa fosfat berenergi rendah. Reaksi ini dikatalisis oleh kinase. Diantara kinase ini terdapat heksokinase yg mengkatalisa pemindahan gugus fosfat dr ATP ke D-Glukosa. Dpt memindahkan gugus fosfatnya kpd ATP dlm suatu reaksi yang dikatalisis enzim kreatin kinase.

Author:Zolobar Tetilar
Country:Equatorial Guinea
Language:English (Spanish)
Genre:Business
Published (Last):9 November 2016
Pages:382
PDF File Size:1.79 Mb
ePub File Size:9.34 Mb
ISBN:903-7-77183-598-7
Downloads:33196
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Nikonos



Latar Belakang Makhluk hidup membutuhkan energi untuk melakukan aktivitas hidupnya. Untuk mendapatkan energi, makhluk hidup memperolehnya dari sumber energi. Sumber energi dapat diperoleh dari makanan, dimana melalui makanan makhluk hidup menghasilkan energi berupa panas yang berperan dalam menghangatkan suhu tubuh. Makhluk hidup juga memperoleh energi dari cahaya matahari. Cahaya matahari dibutuhkan untuk menghangatkan tubuh makhluk hidup dan khusus untuk organisme autotrof, cahaya matahari dibutuhkan untuk proses fotosintesis.

Dengan bantuan energi dari sinar matahari, organisme autotrof akan mengubah zat-zat anorganik menjadi senyawa kompleks yang merupakan sumber makanan dan nantinya akan menjadi sumber energi bagi organisme heterotrof. Tanpa energi, makhluk hidup tidak dapat melakukan aktivitas hidupnya karena apabila makhluk hidup tidak memiliki energi, maka tubuh makhluk hidup tidak akan memiliki tenaga untuk berfungsi menjalankan kegiatan sehari-hari.

Energi digunakan untuk menggerakkan otot yang ada sehingga makhluk hidup dapat bergerak. Dengan demikian, hal yang dilakukan sehari-hari seperti berjalan, menulis, duduk, dan lain sebagainya tidak akan dapat dilakukan tanpa adanya energi yang menggerakkan otot tubuh.

Energi juga dibutuhkan untuk mengatur sistem-sistem yang ada di dalam tubuh makhluk hidup. Makhluk hidup tersusun atas sistem-sistem yang kompleks yang tidak luput dari kebutuhan energi. Sistem-sistem seperti sistem pernafasan, sistem koordinasi, sistem pencernaan, sistem peredaran darah dan lain sebagainya memerlukan energi untuk dapat bekerja dengan baik.

Selain itu, energi pada makhluk hidup digunakan untuk menjaga suhu tubuh karena dengan suhu tubuh yang terjaga, maka sistem yang berada dalam tubuh makhluk hidup menjadi tidak terganggu. Bioenergetika adalah studi mengenai mekanisme molekul dimana energi dihasilkan melalui metabolisme katabolik atau melalui penangkapan cahaya melalui proses fotosintesis diubah agar dapat digunakan untuk proses pertumbuhan sel, motilitas dan bertahan hidup Nichols, Menurut Murray , bioenergetika atau yang dikenal dengan termodinamika biokimia adalah studi tentang perubahan kimia yang menyertai suatu reaksi kimia.

Biokimia, seperti namanya, adalah kimia dari makhluk hidup. Oleh karena itu biokimia menjembatani antara ilmu kimia dengan ilmu biologi, ilmu yang mempelajari tentang struktur dan interaksi sel dan organisme. Sistem nonbiologik dapat menggunakan energi panas untuk melangsungkan kerjanya, sedangkan sistem biologik bersifat isotermik dan menggunakan energi kimia untuk memberikan tenaga bagi proses kehidupan.

Prinsip reaksi oksidasi reduksi yaitu reaksi pengeluaran dan perolehan elektron berlaku pada berbagai sistem biokimia dan merupakan konsep penting yang melandasi pemahaman tentang sifat oksidasi biologi.

Ternyata banyak reaksi oksidasi dalam sel hidup dapat berlangsung tanpa peran molekul oksigen. Adapun untuk mengetahui pembahasan terkait bioenergetika termasuk di dalamnya energy thermal, termodinamika dan kalor butuh dikaji ulang, sehingga mendapatkan informasi yang tepat.

Rumusan Masalah Adapun rumusan masalah berdasarkan latar belakang, antara lain: 1. Tujuan Adapun tujuan berdasarkan rumusan masalah, antara lain: 1. Manfaat Adapun manfaat berdasarkan tujuan, antara lain: 1.

Konsep Bioenergetika Bioenergetika atau termodinamika biokimia adalah ilmu pengetahuan mengenai perubahan energi yang menyertai reaksi biokimia. Reaksi ini diikuti oleh pelepasan energi selama sistem reksi bergerak dari tingkat energi yang lebih tinggi ke tingkat energi yang lebih rendah. Sebagian besar energi dilepaskan dalam bentuk panas. Pada sistem nonbiologik dapat menggunakan energi panas untuk melangsungkan kerjanya dan dapat diubah menjadi energi mekanik atau energi listrik.

Sedangkan pada sistem biologik bersifat isotermik dan menggunakan energi kimia untuk memberikan tenaga bagi proses kehidupan. Gambar 2. Sistem dan Lingkungan secara Umum Sumber: Fathuddin, Secara umum, sistem adalah segala sesuatu yang menjadi pusat perhatian dalam mempelajari perubahan energi dan berubah selama proses berlangsung.

Lingkungan adalah benda-benda yang berada di luar dari sistem tersebut. Diantara sistem dan lingkungan, terdapat dinding pembatas yang lebih dikenal dengan batas sistem sistem boundary. Sistem sendiri terdiri atas berbagai macam, antara lain: 1. Sistem Terbuka Sistem terbuka merupakan sistem yang mengakibatkan terjadinya pertukaran energi panas dan kerja dan benda dengan lingkungannya.

Contoh dari sistem terbuka adalah saat kita merebus air. Sistem Tertutup Sistem tertutup adalah sistem yang mengakibatkan terjadinya pertukaran energi panas dan kerja akan tetapi tidak terjadi pertukaran zat dengan lingkungan. Contoh dari sistem tertutup adalah air yang dibiarkan pada gelas tertutup. Sistem Terisolasi Sistem terisolasi adalah sistem yang tidak mengakibatkan terjadinya pertukaran panas, zat atau kerja dengan lingkungannya. Contoh dari sistem terisolasi adalah air yang disimpan dalam termos.

Pada energi, terjadinya perpindahan energi pada sistem dan lingkungan dapat digambarkan seperti berikut: Gambar 2.

Perpindahan Energi pada Sistem dan Lingkungan. Perpindahan energi dari sistem ke lingkungan, dan b. Perpindahan energi dari lingkungan ke sistem Sumber: Lewis, Gambar a , bahan bakar bereaksi dengan gas oksigen di udara dan menimbulkan panas di sekelilingnya. Pada proses ini terjadi perpindahan energi dari sistem ke lingkungan. Pada Gambar b , daun yang berklorofil berfungsi sebagai sistem akan menyerap sinar matahari dan CO2 dari lingkungan, karbon dioksida bereaksi dengan air membentuk karbohidrat dan gas oksigen dalam proses fotosintesis.

Pada proses ini terjadi perpindahan energi dari lingkungan ke sistem. Berdasarkan ini maka sistem adalah segala sesuatu yang dipelajari perubahan energinya, sedangkan lingkungan adalah segala yang berada di sekeliling sistem. Dalam ilmu kimia, sistem adalah sejumlah zat yang bereaksi, sedangkan lingkungan adalah segala sesuatu di luar zat-zat tersebut misalnya tabung reaksi.

Berdasarkan arah berpindahnya kalor dalam sistem dan lingkungan, maka reaksi dibedakan menjadi dua jenis, yaitu reaksi eksoterm dan reaksi endoterm. Dikatakan reaksi eksoterm berasal dari kata eks keluar dan therm panas apabila kalor berpindah dari sistem ke lingkungan, artinya sistem melepas kalor. Adapun reaksi endoterm terjadi apabila sistem menyerap kalor atau kalor berpindah dari lingkungan ke sistem. Reaksi Eksoterm Setiap kali selesai makan nasi, badan akan menjadi gerah karena nasi yang dimakan akan bereaksi dengan oksigen yang dihirup dengan reaksi seperti berikut: Persamaan termokimianya: Energi dalam bentuk panas yang dilepas tubuh inilah yang menyebabkan gerah.

Di dalam reaksi eksoterm, panas berpindah dari sistem ke lingkungan, karenanya panas dalam sistem berkurang sehingga DH-nya bertanda negatif. Diagram Reaksi Eksoterm. Arah panah ke bawah menunjukkan bahwa energi semakin berkurang karena sebagian terlepas Sumber: Lewis, 2. Reaksi Endoterm Reaksi endoterm merupakan kebalikan dari reaksi eksoterm. Karena hasilnya positif, berarti DH hasil reaksi lebih tinggi dari DH reaksi, dan digambarkan dalam diagram berikut: Gambar 2. Diagram Reaksi Endoterm.

Arah panah ke atas menunjukkan bahwa energi semakin bertambah karena sistem menyerap panas dari lingkungan Sumber: Lewis, B. Hukum Termodinamika Termodinamika merupakan studi yang mempelajari transformasi energi dari satu bentuk ke bentuk yang lain. Prinsip pertama dari hukum termodinamika adalah hukum kekekalan energi, yang mengambil bentuk hukum kesetaraan panas dan kerja. Sedangkan prinsip yang kedua adalah panas tidak dapat berpindah dari benda yang lebih dingin ke benda yang lebih panas tanpa adanya perubahan diantara kedua benda tersebut.

Terkait dengan hal tersebut, ada beberapa hal yang menjadi dasar transformasi bentuk energi. Berikut hukum termodinamika, antara lain: 1. Dengan kata lain, energi tidak dapat diciptakan ataupun dimusnahkan. Energi hanya akan dapat berubah bentuk, namun jumlahnya di dalam alam ini adalah tetap.

Biasanya kalimat pernyataan hukum I termodinamika sering juga disebut sebagai hukum kekekalan energi atau hukum konservasi energi. Energi pada aplikasi hukum I termodinamika meliputi energi yang terdapat pada sistem dan energi yang terdapat pada lingkungan.

Hukum II Termodinamika Pernyataan hukum II termodinamika merupakan observasi lebih lanjut terhadap proses yang terjadi dalam hukum I termodinamika. Hukum II termodinamika dapat diekspresikan dalam dua pernyataan berikut: a. Statement I: tidak ada instrumentasi yang mampu bekerja sedemikian rupa hanya untuk mengubah panas yang terserap oleh sistem seluruhnya menjadi kerja yang dilakukan oleh sistem.

Statement II: tidak ada proses yang mungkin terjadi hanya terdiri dari perpindahan panas dari level temperatur yang satu menuju level yang lebih tinggi. Pada Statement I, tidak disebutkan bahwa panas tidak dapat dirubah menjadi kerja, namun proses yang terjadi tidak dapat meninggalkan sistem atau lingkungan begitu saja, keduanya harus diperhatikan.

Sebagai contoh, ketika sebuah gas menyerap panas dari lingkungannya, akan menghasilkan kerja yang sama nilainya dengan dikerjakannya pada lingkungan. Pada awalnya mungkin agak berkontradiksi dengan Statement I, namun bahwa proses yang terjadi tidak hanya meliputi sistem, tapi juga lingkungan.

Dengan demikian, ketika gas akan kembali ke kondisinya semula, ia akan memerlukan kerja yang digunakannya untuk rekompresi kembali ke tekanan awalnya. Kerja ini memiliki nilai minimal yang sama ketika gas mengalami ekspansi akibat panas yang diserapnya dari lingkungan.

Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa tidak ada kerja yang dihasilkan sehingga Statement I dapat dimodifikasi menjadi: Statement II: it is impossible by cyclic process to convert the heat absorbed by a system completely into work done by the system Smith, Kata siklik diperlukan karena sistem secara periodik akan kembali pada kondisinya semula.

Pada kasus gas tadi, proses ekspansi dan rekompresi menuju kondisi awalnya merupakan satu kesatuan siklus. Jika proses ini berlanjut, maka proses ini akan membentuk siklus. Secara garis besar, hukum II termodinamika bukanlah menentang produksi dari kerja yang diperoleh dari panas. Namun, memberikan batasan yang jelas akan berapa banyaknya panas yang diterima oleh sistem yang kemudian dapat dikonversikan menjadi kerja yang dilakukan oleh proses tersebut.

Herbivora makan tumbuhan, karnivora makan herbivora, dan seterusnya karnivora dimakan oleh karnivora lainnya hingga terbentuk rantai makanan. Masing-masing tahap dalam rantai makanan merupakan tingkat trofik.

Hubungan makan-memakan pada organisme dalam struktur trofik dalam komunitas memungkinkan terjadinya aliran energi. Interaksi antara organisme dengan lingkungan dapat terjadi karena adanya aliran energi.

Aliran energi adalah jalur satu arah dari perubahan energi pada suatu ekosistem. Proses aliran energi antarorganisme dapat terjadi karena adanya proses makan dan dimakan. Proses makan dan dimakan terjadi antara satu kelompok organisme dengan kelompok organisme lainnya Endah, Dalam proses makan dan dimakan terjadi proses perpindahan ataupun aliran energi.

Pada awalnya energi matahari mengalir ke tumbuhan hijau dan digunakan untuk proses fotosintesis. Hasil fotosintesis disimpan sebagai cadangan makanan dan dimakan oleh konsumen. Energi akan berpindah dari konsumen yang satu dengan yang lainnya, jika konsumen puncak mati maka akan diuraikan oleh bakteri dan jamur menjadi unsur mineral yang diserap oleh tumbuhan tersebut kembali.

Pada proses perpindahan energi dari satu trofik ke trofik lainnya selalu ada energi yang hilang, sehingga dapat dikatakan bahwa aliran energi merupakan rangkaian urutan perpindahan energi satu ke bentuk energi lain dimulai dari sinar matahari lalu ke produsen, konsumen, sampai ke pengurai di dalam tanah. Organisme memerlukan energi untuk mendukung kelangsungan hidupnya, antara lain untuk proses pertumbuhan dan perkembangan, reproduksi, bergerak, dan metabolisme yang ada dalam tubuh Beny, Proses pengurangan energi yang ditransfer antara tingkat trofik termasuk respirasi, pertumbuhan dan perkembangan, buang air besar, dan kematian non predator organisme yang mati tetapi tidak dimakan oleh konsumen.

Kualitas gizi bahan yang dikonsumsu juga mempengaruhi seberapa efisien energi ditransfer, karena konsumen dapat mengkonversi sumber makanan berkualitas tinggi ke jaringan hidup baru yang lebih efisien daripada sumber makanan berkualitas rendah.

UC3843B DATASHEET PDF

Bioenergetika

Selain itu, G menunjukkan arah dari reaksi yang berlangsung dan sebserapa jauh reaksi dapat terjadi hingga kesetimbangan dicapai ketika konsentrasi awal dari masing-masing komponen reaksi adalan 1,0 M dan pada keadaan standar. G0 ini merupakan suatu konstanta yang tidak akan berubah selama reaksi berlangsung. Sementara itu, perubahan energi bebas aktual, G merupakan sebuah fungsi dari konsentrasi reaktan juga produk pada kondisi dimana terjadi kenaikan suhu selama reaksi berlangsung. Nilai Gpada reaksi yang berlangsung secara spontan mendekati kesetimbangan adalah negatif.

BUSINESS LAW 15TH EDITION MALLOR PDF

Tisztelettel üdvözlöm honlapunkon!

Overview[ edit ] Bioenergetics is the part of biochemistry concerned with the energy involved in making and breaking of chemical bonds in the molecules found in biological organisms. Growth , development , anabolism and catabolism are some of the central processes in the study of biological organisms, because the role of energy is fundamental to such biological processes. Some organisms, such as autotrophs , can acquire energy from sunlight through photosynthesis without needing to consume nutrients and break them down. Importantly, as a direct consequence of the First Law of Thermodynamics , autotrophs and heterotrophs participate in a universal metabolic network—by eating autotrophs plants , heterotrophs harness energy that was initially transformed by the plants during photosynthesis. Energy is available for work such as mechanical work or for other processes such as chemical synthesis and anabolic processes in growth , when weak bonds are broken and stronger bonds are made. The production of stronger bonds allows release of usable energy.

AC270 TRAVEL MANAGEMENT PDF

Bioenergetics

.

Related Articles